Rektor IDB Tekankan Amanah Ilmiah dan Mentalitas Problem Solver bagi Wisudawan
-

By Admin 21 Des 2025, 06:03:52 WIB BERITA
Rektor IDB Tekankan Amanah Ilmiah dan Mentalitas Problem Solver bagi Wisudawan

Keterangan Gambar : Dokumentasi oleh Banyuanyar Media Team


Dalam sambutannya di hadapan para wisudawan pada Sabtu (20/12/2025), Rektor Institut Darul Ulum Banyuanyar, RKH. Shalehuddin Syamsul Arifin, Lc., MA., menyampaikan pesan mendalam mengenai tanggung jawab intelektual. Beliau menegaskan, "Ilmu yang telah kalian dapat dari IDB ini adalah amanah. Ijazah yang kalian pegang hari ini adalah amanah ilmiah yang harus dipertanggungjawabkan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi masyarakat luas. Jangan malas untuk memulai; jika ada kesempatan atau fursah, maka ambillah meskipun terkadang tidak sesuai dengan keinginan awal, karena mungkin di jalan itulah Allah memberikan perkembangan untuk masa depan kalian."

Melalui penyampaian tersebut, Rektor menekankan bahwa gelar sarjana bukanlah sekadar atribut formalitas, melainkan sebuah tanggung jawab sosial. Beliau mengajak para lulusan untuk memiliki fleksibilitas dalam menghadapi peluang kerja maupun pendidikan lanjutan. Dengan mengambil setiap kesempatan yang ada, meskipun harus keluar dari zona nyaman atau lintas disiplin ilmu, mahasiswa diajarkan untuk bersikap realistis namun tetap progresif dalam membangun karier dan kemanfaatan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan agar para wisudawan tidak cepat berpuas diri dan siap menghadapi realitas kehidupan yang penuh tantangan. Beliau berpesan, "Jadilah insan berilmu dan berakhlakul karimah. Menjadi sarjana itu bahagianya cuma sementara, karena di masyarakat kalian akan menemukan hal-hal yang lebih berat. Hidup itu masalah, jika tidak mau punya masalah maka jangan hidup. Jadilah problem solving (solusi pemecah masalah) di masyarakat. Teruslah belajar, jangan bangga hanya dengan lulusan S1, manfaatkan itu untuk mengabdi hingga kalian bisa mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi."

Baca Lainnya :

Pesan ini mengandung makna bahwa esensi dari seorang intelektual adalah kemampuan untuk menjadi solusi, bukan justru menjadi bagian dari masalah. Rektor mendorong para alumni IDB untuk menjadi pribadi yang tangguh dan memiliki mentalitas pembelajar sepanjang hayat (long-life learner). Beliau memotivasi lulusan untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik, mulai dari sertifikasi hingga menempuh jenjang S2 dan S3, sebagai bentuk dedikasi kepada ilmu pengetahuan dan pengabdian bangsa.

Sebagai penutup yang menggugah, RKH. Shalehuddin Syamsul Arifin mengutip syair legendaris dari Imam Syafi'i untuk membakar semangat juang para wisudawan: "Bi qadril kaddi tuktasabul ma’ali, wa man thalabal ‘ula sahiral layali. Kalau kalian ingin mencapai sesuatu, maka bergeraklah! Usahakan sesuatu itu untuk dapat kalian raih. Jangan cuma berleha-leha ingin sesuatu tapi kalian tidak berusaha. Pergi menyelam mencari mutiara, ombak besar tak gentar dihadapi. Cita tinggi diraih dengan usaha, tanpa kerja keras mimpi takkan pernah terjadi."

Penjelasan dari kutipan tersebut merupakan seruan bagi para lulusan untuk meninggalkan sikap malas dan pasif. Rektor mengibaratkan kesuksesan sebagai "mutiara" yang tidak akan didapat jika seseorang takut menghadapi "ombak" atau tantangan. Melalui syair ini, beliau menitipkan harapan agar alumni IDB menjadi petarung kehidupan yang berani berkorban waktu dan tenaga demi meraih derajat yang mulia, seraya mendoakan agar mereka senantiasa mendapat taufik dan rida dari Allah SWT dalam mengarungi lautan kehidupan.




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment